Japan Club atau sering disingkat JC merupakan sebutan untuk salah satu club yang ada di SMA Negeri 1 Garut. Japan Club ini merupakan perkumpulan siswa-siswi di SMAN 1 Garut yang berminat dan menyukai mata pelajaran bahasa Jepang maupun kebudayaanya.
Awalnya, Japan Club hanya merupakan kelompok belajar saja dan berdiri mulai tahun 2008. Pada tahun ajaran ini Japan Club sudah memasuki generasi ke-7. Ketua yang pertama adalah Isna Solihatunnisa, ketua yang kedua bernama Ranti Eka Pratiwi, ketua yang ketiga yaitu Erika Puspitasari Efendi, keempat Mochamad Ilham, kelima Adi Santika, keenam Sinta Putri Karisma dan sekarang yaitu Titan Tahyudin Suwandi. Japan Club dari 2008 hingga 2014 dibimbing oleh Eko-sensei atau lebih lengkapnya Bambang Eko Sugihartadi dan dari tahun 2014 dibimbing oleh Novia-sensei atau lebih lengkapnya Novia Loranthi.
Awalnya, Japan Club bukan merupakan sebuah organisasi resmi dibawah OSIS, namun saat ini sudah resmi dinaungi KIR. Dengan semangat yang berkobar, anggota Japan Club pun mengikuti lomba-lomba, baik tingkat SMA maupun tingkat Universitas.
Meskipun setelah berjuang mengikuti lomba tidak semua lomba dapat kami menangkan, namun kami tetap berjuang dan menjadikan kegagalan itu sebagai pengalaman dan sebuah keberhasilan yang tertunda. Dan Alhamdulillah, usaha kami pun berbuah manis dengan menghasilkan beberapa prestasi mulai dari tingkat priangan sampai tingkat internasional..
Adapun prestasi yang telah dicapai Japan Club diantaranya adalah Juara I lomba Origami dan juara III lomba LCT bahasa jepang di Universitas Widyatama, juara III kana contest (menulis kata kana) tingkat jabar yang diselenggarakan oleh MGMP bahasa jepang jabar, juara III rodoku (membaca tulisan jepang) di Universitas Pendidikan Indonesia, Juara I dan II shuji contest tingkat nasional di Universitas Padjajaran, dan Puncak prestasi adalah saat meraih juara II lomba International Web yang diselenggarakan oleh Japan Foundation di Canada.
Japan Foundation (国際交流基金 Kokusai Kōryū Kikin?) itu sendiri dibentuk pada tahun 1972 berdasarkan Keputusan Parlemen Jepang sebagai badan hukum khusus yang bertugas mengenalkan budaya Jepang ke dunia internasional dan menjadi lembaga administratif independen di bawah naungan Departemen Luar Negeri Jepang per tanggal 1 Oktober 2003 berdasarkan Independent Administrative Institution Japan Foundation Law.
Japan Foundation bertujuan untuk mengembangkan program pertukaran budaya internasionalnya secara efektif dan menyeluruh yang terbagi dalam empat kategori, yaitu:
1. Promosi budaya serta pertukaran kesenian Jepang.
2. Promosi pendidikan bahasa Jepang di luar negeri dan pertukaran pelajar (ujian JLPT).
3. Promosi pendidikan tentang Jepang di luar negeri dan pertukaran pelajar.
4. Dukungan pengumpulan dan perlengkapan pertukaran informasi internasional dan pertukaran budaya internasional.
Sehingga keberadaan Japan Foundation yang berkantor pusat di Shinjuku, Tokyo dan mempunyai kantor perwakilan di Kyoto. Selain itu, Japan Foundation juga memiliki dua Institut Bahasa Jepang domestik yang terletak di Saitama dan Osaka itu pun menjadi penting bagi kami. Karena dengan adanya Japan Foundation, Japan Club disekolah bisa dikenalkan keberbagai tempat lainnya sehingga bisa memiliki jejaring yang cukup luas dan tidak hanya dikenal di sekitar sekolah SMAN 1 GARUT saja. Lalu setelah itu Japan Club pun mendapat perhatian yang cukup besar dari pihak Japan Foundation Indonesia dan akhirnya sekolah meresmikan Japan Club menjadi Organisasi yang dinaungi KIR SMAN 1 Garut saat periode angkatan ke-4 Japan Club ini.
Kelebihan Japan Club ada banyak sekali menurut kami. Japan Club sangat terbuka bagi masyarakat umum SMAN 1 GARUT, Japan Club memiliki dua divisi yaitu program bijutsukai (seni) dan benkyoukai (belajar). Di bijutsukai ada beberapa program selain bisa bahasa jepang tetapi kretivitasnya juga mantap, bahkan kerajinannya pun sangat berguna selain memiliki nilai seni dan unsur keindahan, juga bisa diperjualkan sehingga bisa menghasilkan uang.
Di Japan Club juga kegiatannya banyak menghibur, dengan mengikuti Japan Club juga bagus karena membantu kita untuk menguasai bahasa mancanegara yang lebih banyak selain bahasa Indonesia. Selain belajar materi bahasa Jepang yang dipelajari dikelas, Japan Club juga membahas mengenai hal-hal unik di Jepang dan kebudayaan Jepang sehingga bisa diambil yang baiknya dan diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Namun tidak ada yang sempurna di dunia ini. Meskipun kita sebagai anggota JC telah berusaha maksimal untuk membuat Japan Club menjadi badan pangkalan yang sempurna, namun yang kami rasakan Japan Club tetap masih memiliki kekurangan, yaitu kebiasaan 'mengaret' waktu apabila ada kegiatan untuk kumpul bersama.
Hal yang disayangkan dalam Japan Club juga adalah tentang negara lain, sehingga dikhawatirkan timbul kecintaan diantara remaja terhadap jepang lebih besar daripada terhadap negaranya sendiri indonesia. Juga ditakutkan bahwa anggota Japan Club justru mengikuti kebudayaan jepang yang buruknya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dan kekurangan yang lainnya bahwa Japan Club tidak mempunyai basecamp sendiri.
Japan Club juga memiliki kebiasaan yang baik, yaitu selalu memberikan kartu ucapan lebaran kepada kepala sekolah, setiap guru bahkan sampai penjaga sekolah semuanya pun mendapat bagian. Japan Club juga memiliki NIKUJA (Nihon Kurabu Japan) yaitu berisi pengetahuan tentang jepang yang dibagikan kepada setiap kelas untuk dibaca setiap bulan.
Kami berharap Japan Club selalu mendapat bimbingan dari pembina Japan Club sehingga dengan begitu Japan Club diharapkan bisa menjadi lebih baik lagi. Dan dengan anggota Japan Club yang baru semoga bisa memberikan kontribusi yang baru pula bagi keberlangsungan Japan Club yang lebih baik lagi kedepannya meskipun tanpa senpai – senpai kami yang kami akui mereka memang memiliki potensi yang bagus di Japan Club.